Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Gejolak politik di Timur Tengah telah menyeret harga minyak mentah dunia ke level tertinggi sejak tahun 2022, yakni menembus angka US$104 per barel untuk jenis brent.
Lonjakan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan terganggunya jalur distribusi minyak di titik-titik krusial seperti Selat Hormuz yang melayani 26,2% perdagangan global.
Indonesia, sebagai negara yang berada di jalur perdagangan minyak tersibuk dunia yakni Selat Malaka, tentu merasakan dampak domino yang signifikan.
Berikut adalah 4 dampak ekonomi yang muncul bagi masyarakat Indonesia saat harga minyak dunia melonjak naik:
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.090 per Dolar AS Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia
1. Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
Minyak bumi adalah komponen utama dalam biaya transportasi dan distribusi barang.
Saat harga minyak dunia naik, biaya angkut komoditas dari produsen ke pasar akan membengkak.
Hal ini biasanya diikuti dengan kenaikan harga pangan harian karena biaya logistik yang lebih mahal untuk mendatangkan pasokan ke berbagai wilayah di Indonesia.
2. Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
Lonjakan harga minyak dunia sering kali diikuti dengan pelemahan mata uang Garuda.
Terbukti pada perdagangan awal pekan ini, rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.090 per dolar AS akibat sentimen global tersebut.
Pelemahan ini membuat biaya impor barang-barang kebutuhan semakin mahal, yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen akhir.
















