Kerugian Militer AS Capai 2,52 Miliar Dolar dalam Perang 7 Hari dengan Iran

Infografis peta sebaran kerugian dan kerusakan aset militer Amerika Serikat akibat serangan Iran di wilayah Timur Tengah. (Dok. Ist)
Infografis peta sebaran kerugian dan kerusakan aset militer Amerika Serikat akibat serangan Iran di wilayah Timur Tengah. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, TEHERAN — Perhitungan kerugian finansial Amerika Serikat (AS) akibat penghancuran peralatan militer paling mahal selama tujuh hari operasi melawan Iran telah mencapai $2,52 miliar.

Baca Juga: Israel Intensifkan Serangan ke Iran Masuki Fase Berikutnya 80 Persen Pertahanan Udara Lumpuh

Berdasarkan data yang dikonfirmasi, sejumlah aset strategis di berbagai negara Timur Tengah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.

Kerugian terbesar tercatat pada sistem radar pertahanan udara AN/FPS-132 di Qatar yang bernilai $1,1 miliar.

Selain itu, dua radar AN/TPY-2 dari sistem THAAD yang masing-masing bernilai $500 juta turut hancur di Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania.

Di Kuwait, serangan tersebut menyebabkan hancurnya tiga jet tempur F-15E Strike Eagle dengan total nilai $282 juta, serta tiga terminal komunikasi satelit AN/GSC-52B senilai $30 juta.

Kerusakan aset komunikasi juga dilaporkan terjadi di Bahrain dengan hancurnya dua terminal satelit serupa senilai $20 juta.

Baca Juga: Mengenal Sukhoi Su-57 Felon Pesawat Tempur Siluman Tercanggih Rusia

Sementara itu, pihak Iran mengonfirmasi jatuhnya tiga unit drone MQ-9 Reaper di wilayah mereka dengan total kerugian bagi AS sebesar $90 juta.

Penghancuran aset-aset bernilai tinggi ini menandai eskalasi finansial dan militer yang cukup berat bagi postur pertahanan Amerika Serikat di kawasan Teluk selama berlangsungnya konflik tersebut.

(FR)