Bekasi Pasang EWS Pantau Banjir Kiriman dari Hulu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memasang sistem peringatan dini di sepanjang sungai untuk memantau pergerakan air dan mencegah banjir kiriman di Bekasi. (Dok; HO/Faktakalbar.id)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana memasang sistem peringatan dini di sepanjang sungai untuk memantau pergerakan air dan mencegah banjir kiriman di Bekasi. (Dok; HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) mengembangkan Sistem Peringatan Dini. Sistem ini memitigasi bencana banjir secara efektif. Alat tersebut memantau kondisi hidrologi lintas wilayah.

Petugas memantau pergerakan air dari wilayah hulu Kabupaten Bogor hingga kawasan hilir Kota Bekasi.

Petugas menempatkan sensor pemantau di beberapa lokasi strategis. Titik pemasangan ini memengaruhi volume air menuju permukiman warga. Petugas memasang alat di kawasan hulu Sungai Cileungsi. Mereka juga menaruh sensor di segmen tengah sungai tersebut.

Baca Juga: Kota Bekasi Terapkan Sensor EWS Pantau Banjir

Petugas menambah perangkat deteksi di titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas. Alat serupa terpasang di Bendung Prisdo dan Sungai Cikeas. Posisi kunci ini membantu petugas membaca perubahan debit air secara akurat.

Dasbor Pemantauan Otomatis

Sistem peringatan ini mengandalkan perangkat teknologi otomatis. Mesin bekerja tanpa campur tangan operator manusia. Perangkat mengirimkan data ketinggian air secara langsung.

Sensor juga mengukur tingkat curah hujan di lokasi. Dasbor visualisasi menerima semua data tersebut. Petugas memantau dinamika debit air secara seketika. Langkah ini mempercepat respons petugas terhadap ancaman banjir kiriman.

Tri Adhianto Tjahyono Wali Kota Bekasi mengapresiasi pemasangan sistem pencegahan bencana ini. Tri Adhianto Tjahyono menilai langkah integrasi pemantauan memperkuat upaya mitigasi banjir.

“Sistem peringatan dini tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air, Terima kasih BNPB kami sangat apresiasi,” ujar Tri.

Pengalaman Menghadapi Banjir

Pengalaman banjir besar pada tahun 2025 menjadi pengingat penting bagi warga. Peristiwa tersebut melumpuhkan aktivitas warga kota. Banjir merendam kawasan pusat pemerintahan selama hampir dua hari.