4. Atur Strategi Penyiraman yang Tepat
Semangka terdiri dari 92 persen air, sehingga tidak heran jika tanaman ini membutuhkan banyak cairan untuk tumbuh optimal.
Lakukan penyiraman secara rutin, terutama saat cuaca terik.
Namun, rahasia pentingnya adalah: kurangi volume penyiraman saat buah semangka sudah mulai membesar dan mendekati masa panen.
Sedikit mengurangi asupan air di akhir fase pertumbuhan akan membuat rasa buah menjadi jauh lebih manis dan pekat.
5. Lakukan Pemangkasan dan Pemupukan Susulan
Agar energi tanaman fokus pada pembesaran buah, lakukan pemangkasan pada daun-daun yang sudah tua, menguning, atau mengering.
Selain itu, berikan pupuk susulan yang kaya akan unsur kalium saat tanaman mulai berbunga dan berbuah.
Kalium sangat berperan dalam pembentukan buah yang padat, sehat, dan memiliki daya simpan yang lebih lama.
Dengan ketelatenan dan perawatan yang tepat, pekarangan rumahmu bisa disulap menjadi kebun semangka mini yang produktif.
Baca Juga:Â 5 Jenis Buah yang Tidak Direkomendasikan untuk Buka Puasa dan Dibuat Jus
(Mira)














