3. Lakukan Terapi Uap Panas dan Berkumur Air Garam
Bakteri dan virus kerap berkembang biak di area saluran pernapasan atas pada tahap awal.
Untuk mencegahnya menyebar, cobalah berkumur dengan air garam hangat hingga menjangkau pangkal tenggorokan (gargle).
Selanjutnya, lakukan terapi uap panas tradisional dengan menghirup uap dari mangkuk berisi air panas yang sudah ditetesi minyak esensial seperti eucalyptus atau peppermint.
Cara ini sangat ampuh melegakan pernapasan dan mematikan kuman di sekitar hidung.
4. Konsumsi Zinc dan Sup Kaldu Hangat
Beralihlah ke makanan bernutrisi yang mudah dicerna, seperti sup ayam berkuah kaldu hangat.
Sup ayam bukan sekadar comfort food, melainkan memiliki sifat anti-inflamasi ringan yang menenangkan tubuh.
Sebagai tambahan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen zinc atau permen pelega tenggorokan (lozenges) yang mengandung zinc.
Mineral ini secara ilmiah terbukti efektif mencegah rhinovirus (virus penyebab flu) berkembang biak jika dikonsumsi dalam 24 jam pertama sejak gejala muncul.
Jangan abaikan alarm sekecil apa pun dari tubuhmu.
Dengan tindakan pencegahan yang responsif, kamu bisa tetap bugar dan menjalani aktivitas tanpa hambatan.
Baca Juga:Â Waspada Gejala Super Flu, Lebih Ganas dari Flu Biasa
(Mira)
















