Kendali Hormon: Menjinakkan Insulin
Kunci dari tubuh yang kurus bukan hanya soal “sedikit makan”, melainkan soal mengontrol hormon insulin.
Insulin adalah hormon penyimpan lemak; selama kadar insulin tinggi, tubuh tidak akan pernah bisa mengakses cadangan lemaknya.
Saat kita berpuasa:
- Penurunan Insulin: Kadar insulin turun drastis, sehingga sel lemak bisa terbuka dan dilepaskan untuk dibakar.
- Lonjakan Hormon Pertumbuhan: Kadar growth hormone akan meningkat. Hormon ini sangat krusial untuk menjaga massa otot agar tidak menyusut, sehingga berat badan yang turun benar-benar berasal dari lemak, bukan otot.
- Autofagi: Tubuh mulai melakukan proses autophagy, yaitu “pembersihan diri” dari sel-sel yang rusak untuk diganti dengan sel baru yang lebih sehat dan energetik.
Menghindari Jebakan Berat Badan Yoyo
Secara sains, penurunan berat badan saat puasa bisa menjadi permanen asalkan Anda tidak terjebak dalam caloric surplus saat jendela makan terbuka.
Jika saat berbuka Anda mengonsumsi gula berlebih atau makanan olahan (processed food), kadar insulin akan melonjak tajam dan tubuh akan kembali ke mode menyimpan lemak secara agresif.
Untuk mempertahankan hasil yang ideal, penting untuk mengonsumsi makanan utuh (whole foods) yang kaya serat dan protein saat sahur dan berbuka.
Hal ini memastikan metabolisme tetap berjalan cepat meskipun Anda sedang tidak makan selama belasan jam.
Baca Juga: Sambut Idul Fitri, 20 Anak Yatim di Pontianak Diajak Belanja Baju Lebaran dan Buka Puasa Bersama
(Mira)
















