Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak orang menganggap puasa hanyalah sekadar menahan lapar, padahal di dalam tubuh sedang terjadi revolusi biokimia yang luar biasa.
Secara ilmiah, puasa bukan sekadar memangkas kalori, melainkan cara cerdas “memaksa” tubuh mengubah mode dari penyimpan lemak menjadi mesin pembakar lemak yang efisien.
Berikut adalah tinjauan sains mengenai fenomena penurunan berat badan saat berpuasa yang tetap relevan untuk kesehatan jangka panjang Anda.
Transisi Energi: Mode Metabolic Switching
Baca Juga: Gelar Bakti Sosial dan Buka Puasa Bersama, Kejati Kalbar Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Dalam kondisi normal, tubuh kita sangat bergantung pada glukosa dari makanan yang kita konsumsi sebagai bahan bakar utama.
Namun, simpanan gula ini terbatas. Ketika kita berpuasa lebih dari 12 jam, tubuh akan kehabisan cadangan glikogen di hati.
Pada titik inilah terjadi metabolic switching.
Tubuh secara otomatis mencari sumber energi cadangan, yaitu lemak tubuh.
Proses ini disebut lipolysis, di mana sel-sel lemak dipecah menjadi asam lemak yang kemudian dibakar menjadi tenaga.
Inilah alasan utama mengapa puasa secara konsisten dapat mengecilkan lingkar pinggang dan mengurangi persentase lemak tubuh (body fat percentage).
















