Panen Perdana Jagung di Pontianak Utara Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Seorang perempuan memasukkan hasil panen jagung hibrida ke dalam mesin perontok dalam acara panen perdana di Pontianak Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Seorang perempuan memasukkan hasil panen jagung hibrida ke dalam mesin perontok dalam acara panen perdana di Pontianak Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kita sudah melakukan uji coba di lahan gambut dan hasilnya memuaskan. Setelah berhasil, baru kita laksanakan penanaman di salah satu kelompok tani di Pontianak Utara,” jelasnya.

Panen perdana ini dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Hidup Baru.

Menurut Kanti, target penanaman jagung seluas dua hektare yang dicanangkan sejak 2025 telah tercapai, dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2026 seiring bertambahnya kelompok tani yang terlibat.

Selain jagung, Pontianak juga memiliki komoditas sayuran daun dengan luasan hampir 300 hektare.

“Produksi sayuran tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat,” terangnya.

Upaya menjaga inflasi juga dilakukan lewat pengembangan komoditas cabai yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.

“Kita juga menyalurkan bantuan bibit cabai polibag sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. Bibit yang disalurkan antara lain di Pontianak Barat sebanyak 3.940 batang dan di Pontianak Utara 4.240 batang,” jelas Kanti.

Salah seorang petani jagung dari Kelompok Tani Hidup Baru, Sukur (40), mengapresiasi bantuan sarana produksi dari Pemkot Pontianak sejak awal masa tanam di November 2025.

“Dengan adanya bantuan dari pemerintah, kami bisa mengelola lahan dengan lebih baik. Ke depan kami akan terus menanam jagung karena hasilnya cukup menjanjikan,” pungkasnya.

(FR)