“Kendala di lapangan yaitu sumber air yang cukup jauh. Selain itu performa mesin pompa juga sudah mulai menurun sehingga tidak terlalu kuat menghantarkan air sampai ke ujung nozel,” ujar Floren.
Kerusakan lahan di lokasi tersebut dilaporkan cukup parah mengingat luasnya area yang sempat dilalap si jago merah sebelum berhasil dijinakkan.
Bertaruh Nyawa di Tengah Ibadah Puasa
Kondisi fisik para petugas saat ini berada dalam ujian berat.
Cuaca panas ekstrem ditambah paparan asap karhutla menjadi makanan sehari-hari para personel yang mayoritas sedang berpuasa.
Namun, Floren menegaskan bahwa komitmen tim di lapangan tidak kendur sedikit pun.
“Personel sampai dengan saat ini masih fight di lapangan. Walaupun hampir semua personel sedang menjalankan puasa, mereka tetap berjibaku memadamkan api,” tegasnya.
Hingga saat ini, petugas masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran di titik-titik rawan.
Masyarakat kembali diingatkan dengan keras untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja, mengingat keterbatasan alat dan sulitnya medan yang harus dihadapi petugas saat pemadaman berlangsung.
Baca Juga: Deteksi 40 Titik Panas, Pemkab dan Polres Gelar Apel Siaga Karhutla di Kubu Raya
(Mira)
















