Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Memasuki pekan pertama Maret 2026, titik api baru dilaporkan muncul di Kecamatan Rasau Jaya pada Kamis (5/3/2026), memperluas area lahan yang hangus terbakar.
Kondisi ini memaksa tim gabungan dari berbagai unsur untuk bekerja ekstra keras di lapangan.
Meski sebagian besar personel sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, mereka tetap harus berjibaku dengan panasnya api dan pekatnya asap guna memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga.
Baca Juga:Â Polres Ancam Tindak Tegas Pelaku Pembakar Lahan di Kubu Raya Tanpa Pandang Bulu
Kendala Teknis dan Sumber Air yang Kritis
Di wilayah Karya Kita, proses pemadaman mulai menunjukkan titik terang setelah adanya sinergi antara Manggala Agni, KPH, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Namun, keberhasilan memadamkan api utama belum berarti tugas selesai, karena proses cooling down atau pendinginan lahan gambut memerlukan ketelitian tinggi agar api bawah tanah tidak muncul kembali.
Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar di lapangan saat ini adalah faktor teknis dan alam.
















