Nasional  

Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Borong 3 Pesawat Militer NATO

Pesawat tempur Dassault Rafale F4 dengan corak warna abu-abu kamuflase dan lambang bendera merah putih serta tulisan TNI AU sedang bersiap di landasan pacu. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pesawat tempur Dassault Rafale F4 dengan corak warna abu-abu kamuflase dan lambang bendera merah putih serta tulisan TNI AU sedang bersiap di landasan pacu. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional dengan memborong tiga jenis pesawat militer berstandar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), jumat (6/3/2026).

Baca Juga: Perkuat Kedaulatan Udara, TNI AU Serahkan Pesawat F-16 Hasil Upgrade Falcon STAR-eMLU

Ketiga armada canggih tersebut didatangkan untuk memenuhi kebutuhan tempur dan pelatihan prajurit, yang terdiri dari Dassault Rafale F4, pesawat tempur generasi kelima KAAN Block-10, serta pesawat latih tempur ringan M-346 Block-20.

Berdasarkan rincian spesifikasi pengadaan, Indonesia memborong sebanyak 42 unit pesawat jet Dassault Rafale F4.

Jet tempur bersayap delta (delta wing) dari Prancis ini masuk dalam kategori pesawat generasi 4,5 dengan kemampuan segala peran (omnirole).

Mampu melesat hingga kecepatan Mach 1,8, Rafale F4 dibekali sistem radar RBE-2 AESA serta mampu membawa berbagai jenis rudal mematikan seperti MBDA Meteor, VL-Mica, Scalp-EG, hingga Hammer.

Selain Rafale, Indonesia juga mengamankan pesanan untuk 48 unit jet tempur KAAN Block-10.

Pesawat generasi kelima asal Turki yang dirancang untuk fungsi superioritas udara dan multirole ini memiliki status masih dalam tahap pengembangan, serta dijadwalkan baru akan masuk jajaran Angkatan Udara Turki pada rentang 2028 hingga 2030.

Baca Juga: Qatar Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Tempur dan Rudal Balistik Asal Iran

Membawa desain sayap clipped delta wings dan radar Murad AESA, jet tempur KAAN Block-10 berkecepatan Mach 1,8 ini diklaim mampu mengangkut persenjataan mutakhir seperti rudal Gokdogan, Bozdogan, Gokhan, Meteor, Asraam, hingga rudal jelajah SOM-J dan SOM-M.

Guna melengkapi ekosistem pertahanan udara, pemerintah turut mendatangkan 24 unit M-346 Block-20. Pesawat bersayap rendah (low-wing) ini difungsikan sebagai pesawat latih tingkat lanjut (advance training) sekaligus pesawat tempur ringan (Light Combat Aircraft/LCA) guna menjembatani transisi penerbang menuju jet tempur generasi 4,5 dan 5.

Meski berstatus pesawat latih dengan kecepatan maksimal 1.090 hingga 1.092 kilometer per jam, M-346 Block-20 telah dibekali radar AESA yang mumpuni.

Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan berbagai amunisi berat, di antaranya rudal VL-Mica, AIM-9L/ATM-9L Sidewinder, hingga aneka bom presisi tinggi seperti GBU-12 Paveway Series, GBU-38, GBU-32, TEBER, LGB, SPICE, Mark-82, BRD-4-250, dan SUU-20.

(FR)