“Awal pagi yang menyenangkan bersama Tim Xbox, di mana kami membahas komitmen kami terhadap masa depan Xbox, termasuk Project Helix yang merupakan nama untuk konsol generasi berikutnya. Project Helix akan memimpin dalam hal performa dan memungkinkan pengguna memainkan gim Xbox serta gim PC,” tulis Asha dalam unggahannya.
Lebih lanjut, pimpinan tertinggi divisi gaming Microsoft tersebut menyebutkan bahwa pembahasan teknis secara mendetail mengenai konsol baru ini belum akan dibuka saat ini.
Asha mengungkapkan bahwa rincian produk dan diskusi mendalam terkait perangkat keras ini akan digelar bersama para mitra kerja dan pihak pengembang gim pada ajang bergengsi Game Developers Conference (GDC) yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
Baca Juga: Rockstar Games Tunda Rilis GTA VI Hingga November 2026
Pengumuman strategis mengenai konsol Project Helix ini datang ke publik hanya dalam kurun waktu beberapa minggu setelah Asha Sharma ditunjuk secara resmi sebagai CEO Xbox yang baru.
Dirinya mengambil alih tampuk kepemimpinan untuk menggantikan sosok Phil Spencer yang sebelumnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
Proyek generasi kelima ini pun disebut-sebut oleh berbagai kalangan sebagai gebrakan segar dan langkah inovatif perdana Xbox pasca terjadinya pergantian pucuk pimpinan di dalam perusahaan.
Jauh sebelum konfirmasi resmi ini diutarakan, rentetan rumor seputar spesifikasi konsol Xbox generasi kelima ini memang sudah ramai beredar luas di berbagai forum industri.
Salah satu informasi yang paling menonjol adalah kabar teknis bahwa perangkat keras tersebut bisa mengeksekusi dan menjalankan gim-gim PC secara mulus.
Meski menjanjikan integrasi permainan komputer, terdapat beberapa pembatasan sistem yang diyakini akan terjadi.
Konsol terbaru ini kemungkinan besar tidak akan bisa digunakan untuk memainkan gim-gim eksklusif milik perangkat PlayStation yang kebetulan juga dirilis untuk platform PC.
Kondisi pembatasan ini sangat wajar terjadi mengingat pihak kompetitor, yakni Sony, dilaporkan memberlakukan aturan ketat terkait pembatasan perilisan produk gim eksklusifnya di luar ekosistem utama.
(*Red)










