“Banyak warga Tionghoa di Pontianak yang memiliki sejarah panjang dengan Tiongkok. Mereka telah menjadi warga negara Indonesia dan ikut mewarnai keberagaman di Pontianak,” ungkapnya.
Edi menjelaskan, akulturasi budaya di Pontianak telah mengakar kuat dan mewujud dalam berbagai bentuk, mulai dari tradisi, kekayaan kuliner, hingga lestarinya kelenteng-kelenteng tua.
“Di Kalimantan Barat sendiri dikenal istilah Tidayu yang merupakan akronim Tionghoa, Dayak, dan Melayu sebagai simbol persatuan dan keberagaman masyarakat,” pungkasnya.
(FR)
















