Tergerus Zaman dan Terkendala Dana, Tradisi Jandeh Dayak Iban Sintang Akhirnya Didokumentasikan

"Seni tradisi Jandeh dari sub-suku Dayak Iban di Ketungau, Sintang, didokumentasikan oleh Kementerian Kebudayaan di tengah ancaman asimilasi dan keterbatasan anggaran riset."
Seni tradisi Jandeh dari sub-suku Dayak Iban di Ketungau, Sintang, didokumentasikan oleh Kementerian Kebudayaan di tengah ancaman asimilasi dan keterbatasan anggaran riset. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Kesenian tradisi Jandeh milik sub-suku Dayak Iban di wilayah Ketungau, Kabupaten Sintang, terancam punah akibat asimilasi sosial.

Merespons penyusutan praktik adat tersebut, Tim Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia merilis arsip digital berupa film dokumenter setelah melakukan riset selama satu tahun.

Riset yang berlangsung sepanjang 2025 hingga awal 2026 ini menyoroti pergeseran kebiasaan masyarakat setempat yang membuat kesenian tradisional kehilangan ruang hidupnya.

Ketua Panitia Pemutaran Film Dokumenter Jandeh yang juga tergabung dalam tim peneliti, Ahmad Supendi, mencatat sejumlah faktor yang mendegradasi praktik adat lokal.