Baca Juga: Asap Tebal Masih Mengepul, Polisi Sisir 4 Kecamatan Zona Merah Karhutla di Kubu Raya
Langkah kedua, apabila curah hujan berkurang drastis akibat masuknya musim kemarau, komando operasi pemadaman akan dialihkan ke Satuan Tugas (Satgas) Darat.
“Jika curah hujan semakin kurang karena masuk musim kemarau, susah didatangkan lagi hujan lewat OMC, ada Satgas Darat sudah bekerja, telah terbentuk Satgas Darat gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat. Mereka sudah memiliki peralatan,” kata Suharyanto.
Sementara itu, langkah ketiga merupakan tindakan pemungkas jika metode OMC dan Satgas Darat kewalahan menghadapi skala sebaran api.
“Upaya terakhir jika OMC dan Satgas tidak bisa dilakukan karena api terlanjut besar, kita dukung dengan operasi helikopter water bombing,” lanjutnya.
Suharyanto menutup penjelasannya dengan menyebutkan bahwa hingga awal Maret ini, baru Provinsi Riau yang secara resmi mengajukan status permintaan bantuan teknis kepada pemerintah pusat.
“Sampai awal Maret ini baru Provinsi Riau yang meminta bantuan kepada pemerintah pusat, sehingga hari ini Pak Menko Polkam hadir di Riau memimpin langsung,” pungkasnya.
(*Red)
















