Pimpinan Keling Kumang Agro, Itoy Thomas Aquino, menyebut harga telur saat ini berada di angka Rp2.100 per butir, namun berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga pakan serta kendala distribusi akibat sulitnya truk ekspedisi memperoleh solar.
“Kami berharap persoalan distribusi tersebut dapat segera diatasi agar lonjakan harga di tingkat konsumen tetap bisa ditekan menjelang Idul Fitri, Selain itu, kami juga membina peternak di 21 desa dengan total 13.000 ekor ayam yang telah disebar,” harapnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Eka Dahliana, turut memaparkan data populasi hewan ternak yang ada di Kabupaten Sintang saat ini.
“Populasi ayam broiler tercatat 703.518 ekor, kambing 3.464 ekor, dan ayam petelur 78.132 ekor,” jelas Eka.
Eka juga mengungkapkan bahwa pengembangan peternakan sapi potong saat ini terpusat di lima kecamatan yang berbeda.
“Ada lima kecamatan sentra sapi yakni Sungai Tebelian, Sepauk, Dedai, Binjai Hilir dan Tempunak, untuk ayam petelur ada 19 kelompok, tetapi baru empat yang memiliki NIB,” jelasnya.
Di sisi lain, Abun selaku agen daging beku memastikan pasokan yang sempat kosong di awal Ramadan kini telah kembali normal.
Harga daging beku saat ini dipatok Rp120.000 per kilogram dan pasokannya dinilai mencukupi hingga Idul Fitri 2026 tiba.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Pastikan Ketersediaan Sembako di Landak Aman Jelang Idul Fitri
(Nara)
















