Ancaman Krisis Sapi Lokal dan Tersendatnya Distribusi Sembako Bayangi Sintang Jelang Idul Fitri

"Pertemuan Pemkab Sintang dan pengusaha mengungkap sejumlah masalah kritis jelang Idul Fitri 2026, mulai dari kelangkaan solar hingga ancaman habisnya sapi lokal. "
Pertemuan Pemkab Sintang dan pengusaha mengungkap sejumlah masalah kritis jelang Idul Fitri 2026, mulai dari kelangkaan solar hingga ancaman habisnya sapi lokal. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Menjelang Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Sintang mengumpulkan pengusaha daging, telur, dan sembako untuk memetakan stok, harga, serta kendala distribusi.

Pertemuan ini mengungkap sejumlah masalah serius, mulai dari potensi kenaikan harga telur, hambatan distribusi beras dan minyak goreng, hingga ancaman berkurangnya sapi lokal.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, mengatakan deteksi dini penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Kalau ada masalah, kami bisa segera membantu dan mengambil kebijakan, target kami stok Sembako dan daging cukup, serta harga tetap stabil,” ujarnya, Selasa (3/3).

Baca Juga: Operasi Pasar di Benua Kayong, Warga Ketapang Bisa Tebus Sembako Murah

Pengusaha sapi potong, Ahmad Prayogo, mengungkap ancaman serius terhadap populasi sapi lokal karena 80 persen sapi yang dipotong saat ini merupakan betina produktif.

“Dua sampai tiga tahun ke depan sapi lokal bisa habis, saya terpaksa mendatangkan sapi dari Bali dan NTB dengan harga lebih tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik agen sembako PT Sarana Makmur Sentosa mengeluhkan stok beras dan minyak goreng yang tersendat.

Hal ini diakibatkan oleh kesulitan bongkar kontainer di Pontianak serta keterbatasan pasokan bahan bakar solar.