Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kepopuleran serial dokumenter true crime dan film detektif membuat banyak anak muda mulai melirik kriminologi sebagai pilihan studi di perguruan tinggi.
Jurusan ini terdengar sangat keren dan penuh misteri, seolah lulusannya akan langsung terjun ke tempat kejadian perkara untuk memecahkan kasus-kasus kriminal yang rumit.
Namun, dunia akademis kriminologi di kehidupan nyata ternyata jauh lebih luas dan mendalam daripada yang tergambar di layar kaca.
Jika Anda tertarik untuk mendalami ilmu tentang kejahatan dan perilaku menyimpang, berikut adalah 4 fakta menarik tentang jurusan kriminologi yang wajib Anda ketahui:
Baca Juga: Ingin Kuliah Hukum? Ini 5 Universitas Terbaik di Dunia untuk Jurusan Hukum
1. Bukan Sekadar Mencetak Detektif
Banyak yang mengira bahwa masuk jurusan kriminologi berarti otomatis akan dicetak menjadi detektif atau polisi.
Faktanya, kriminologi adalah ilmu multidisipliner yang menggabungkan sosiologi, psikologi, antropologi, dan hukum.
Mahasiswa tidak diajarkan cara teknis menangkap pelaku di lapangan, melainkan lebih fokus pada analisis fenomena kejahatan di masyarakat, mulai dari kenakalan remaja, kejahatan kerah putih (korupsi), hingga kejahatan dunia maya atau cybercrime.
2. Mempelajari Akar Masalah Kejahatan
Jika aparat penegak hukum fokus mencari tahu “siapa” pelakunya, mahasiswa kriminologi justru dilatih untuk mencari tahu “mengapa” kejahatan itu bisa terjadi.
Anda akan banyak membedah mens rea (niat jahat) dan motif dari seorang pelaku.
Ilmu ini meneliti faktor kemiskinan, lingkungan sosial, ketimpangan struktural, hingga kondisi psikologis yang mendorong seseorang melakukan tindak kriminal.
















