“Imlek mengajarkan harapan baru dan Ramadan mengajarkan kesabaran, ketulusan, serta kepedulian. Semoga dua momentum ini berpadu menjadi cahaya kekuatan bagi Singkawang yang semakin kuat bersatu dalam keberagaman dan menjunjung tinggi toleransi,” kata dia.
Di samping mempererat tali persaudaraan antarwarga, kemeriahan festival Imlek dan kekhidmatan bulan suci Ramadan juga diyakini memberikan dampak positif pada perputaran sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Kegiatan Festival Imlek dan Cap Go Meh, yang digelar bersamaan dengan Ramadan Fair, disebutnya selalu dipadati oleh pengunjung sejak hari pertama.
“Kita lihat sejak dibuka, Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramadan Fair benar-benar dipadati pengunjung. Tentu ini meningkatkan ekonomi dan pariwisata kita, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
(*Red)
















