Spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterohepatologi, Aru Ariadno mengungkapkan bahwa puasa Ramadan dapat membantu proses penyembuhan GERD.
Ini karena puasa melatih kita untuk menjaga pikiran, yang faktanya memiliki kaitan erat dengan penyakit gangguan asam lambung.
“Sebagian besar penyebab gangguan asam adalah gangguan pikiran atau dispepsia fungsional. Tidak ditemukannya adanya kelainan organik,” kata Aru 2024 lalu.
Baca Juga: 4 Tips Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung dan GERD, Wajib Konsultasi Dokter
“Jadi dengan berpuasa, kita melatih otak dan pikiran untuk menjadi lebih baik dan lebih bisa menahan diri sehingga biasanya sakit asam lambung akan berkurang bahkan sembuh,” imbuhnya.
Dengan demikian, Aru mengimbau umat Muslim yang memiliki riwayat penyakit GERD untuk tetap berpuasa. Namun, ia juga menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan ibadah wajib bagi umat Islam ini.
“Jadi usahakan berpuasa bagi penderita asam lambung dan bila perlu sebelum berpuasa berkonsultasi dengan dokter Anda agar bisa menjalani puasa dengan baik,” imbau Aru.
Baca Juga: HUT ke-15 Gerdayak: Wagub Kalbar Ajak Pemuda Dayak Perjuangkan SDM Unggul di Era Globalisasi
“Kecuali pada penderita asam lambung yang berat, seperti pada ulkus gaster yang kemungkinan tidak berpuasa, tetapi tetap sesuai dengan saran dokter,” lanjutnya.
Aru juga menyarankan para penderita GERD untuk merencanakan jenis-jenis diet yang akan diterapkan selama bulan Ramadan, termasuk menghindari makanan atau minuman tertentu.
“Tidak ada asupan khusus [yang dibutuhkan penderita GERD selama berpuasa], tetapi yang penting makan sahur yang cukup dan hindari kopi, terlalu pedas, ketan, dan tape saat sahur,” jelas Aru.
Baca Juga: Turunkan Kolesterol Tanpa Obat Melalui Tujuh Langkah Alami
“Usahakan diet tinggi serat saat sahur. Saat berbuka hindari ‘balas dendam’. Cukup berbuka dengan yang manis (makanan atau minuman) dan jangan terlalu banyak. Hindari asam, terlalu pedas, soda, dan kopi,” imbuhnya.
Menurut Aru, asupan yang ideal bagi para penderita GERD agar dapat nyaman melaksanakan ibadah puasa Ramadan adalah sahur dengan makanan berserat tinggi, mengandung cukup protein, dan menghindari karbohidrat tinggi.
Tidak hanya sahur, menu saat berbuka puasa pun juga harus diperhatikan.
“Saat berbuka puasa, mulailah dengan yang manis, seperti kurma atau teh manis. Jangan langsung makan besar karena bagi penderita asam lambung, perut bisa begah dan terganggu akibat mendadak dapat asupan yang banyak,” papar Aru.
Baca Juga: Di Antara Gelombang dan Harapan Refleksi Subuh Ramadan 1447 H dari Surah Hud 43 hingga 72
“Setelah salat Magrib baru mulai makan besar dan usahakan tidur setelah dua jam sehabis makan besar,” imbuhnya.
Makanan yang Perlu Dihindari
Berikut daftar makanan yang perlu dihindari oleh penderita GERD selama berpuasa Ramadan menurut Aru:
- Makanan pedas
- Makanan asam
- Makanan bersantan
- Kopi
- Ketan
- Tape
- Soda
Baca Juga: 5 Alternatif Nasi untuk Sarapan yang Mengenyangkan dan Aman bagi Penderita Asam Lambung
(Mira)
















