Secara psikologis, setiap individu membutuhkan waktu untuk pemulihan energi.
Jika Anda sering memberikan beban kerja di luar jam kantor atau menuntut respon instan di hari libur, Anda sedang menciptakan budaya burnout.
Pemimpin yang efektif memahami bahwa produktivitas jangka panjang bergantung pada keseimbangan hidup anggota timnya.
4. Kurangnya Empati dalam Pengambilan Keputusan
Pemimpin yang hanya terpaku pada angka tanpa memedulikan kondisi manusiawi di baliknya cenderung menciptakan lingkungan yang dingin.
Empati bukan berarti lemah, melainkan kemampuan untuk memahami perspektif orang lain.
Tanpa empati, keputusan Anda mungkin terlihat logis secara data, namun dapat menghancurkan loyalitas dan engagement karyawan.
5. Komunikasi Satu Arah dan Tertutup terhadap Kritik
Jika tim Anda cenderung diam atau selalu setuju dengan semua pendapat Anda, itu bisa jadi tanda bahwa mereka takut untuk bicara jujur.
Pemimpin yang toxic biasanya sulit menerima feedback dan merasa bahwa posisinya adalah mutlak.
Lingkungan yang “asal bapak senang” sebenarnya sangat berbahaya bagi keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Psikologi Sosial: Kenapa Menghadapi Orang Bebal Jauh Lebih Melelahkan Daripada Orang Jahat?
(Mira)
















