Tim Jibom Polda Kalbar Lakukan Pemusnahan Mortir Temuan Warga di Sungai Beduai Sanggau

Tim Jibom Gegana Polda Kalbar bersama jajaran Polsek Beduai dan unsur TNI melaksanakan proses peledakan (disposal) mortir temuan warga di area lahan steril.
Tim Jibom Gegana Polda Kalbar bersama jajaran Polsek Beduai dan unsur TNI melaksanakan proses peledakan (disposal) mortir temuan warga di area lahan steril. (Dok. Ist)

Baca Juga: Warga Beduai Temukan Mortir Aktif saat Menyelam Mencari Ikan

Penemuan barang berbahaya ini bermula pada pekan lalu ketika seorang warga setempat tengah beraktivitas mencari ikan di aliran Sungai Beduai.

Saat itu, saksi mata terkejut melihat sebuah benda logam yang bentuknya menyerupai proyektil bahan peledak.

Menyadari benda tersebut diduga kuat sebagai sisa amunisi militer yang masih aktif dan sangat membahayakan nyawa, warga itu pun segera melaporkannya ke markas kepolisian terdekat agar cepat ditangani oleh pihak berwajib.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, jajaran Polsek Beduai langsung berkoordinasi dengan satuan khusus penanganan bahan peledak dari tingkat provinsi.

Tim Jibom Gegana Polda Kalbar kemudian diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan peledakan atau disposal.

Proses pemusnahan mortir di Sanggau ini dilakukan secara sangat hati-hati dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan peledak tingkat tinggi.

Untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat umum, proses pemusnahan atau disposal benda berjenis mortir M57 tersebut sengaja dilakukan di sebuah area lahan kosong yang telah disterilkan secara berlapis.

Lokasi peledakan tersebut dipilih secara khusus karena letaknya yang terisolasi dan berada sangat jauh dari kawasan permukiman padat penduduk.

Berkat perhitungan teknis dan kesigapan personel di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan disposal bahan peledak tersebut dipastikan berjalan lancar, terkendali, dan aman tanpa menimbulkan kerusakan sekunder maupun korban jiwa.

Agenda pemusnahan mortir di Sanggau ini tidak hanya melibatkan unsur kepolisian saja, tetapi juga menunjukkan soliditas antarinstansi pertahanan negara.

Proses penghancuran barang bukti peledak tersebut turut disaksikan dan diamankan secara langsung oleh jajaran Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 1, serta Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) 03 Beduai.

Keterlibatan unsur TNI ini menjadi wujud nyata sinergi yang solid antara TNI dan Polri dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan seluruh warga di kawasan perbatasan.

(*Red)