“Pasukan Amerika menjalankan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Teheran,” kata Trump membenarkan operasi gabungan tersebut.
Serangan militer ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang sejatinya tengah berlangsung. Washington dan Teheran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan secara tidak langsung mengenai program nuklir Iran. Perundingan yang secara khusus dimediasi oleh negara Oman tersebut dilakukan di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus meningkat tajam.
Putaran pertama dan kedua dari perundingan tersebut telah berlangsung pada awal bulan ini di wilayah Muscat dan Jenewa. Fokus utama pembahasan adalah kesepakatan pembatasan tingkat pengayaan dan jumlah stok uranium milik Iran, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi dari pihak Barat.
Adapun putaran ketiga perundingan baru saja digelar pada Kamis (26/2) di Jenewa, hanya berselang beberapa hari sebelum serangan terbaru dilakukan oleh AS dan Israel saat situasi keamanan kawasan justru semakin memanas.
(*Red)
















