Mereka menuntut segera direalisasikannya program pemberdayaan ekonomi agar warga yang kehilangan tempat usaha bisa kembali mandiri.
Merespons desakan warga tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa realisasi bantuan ekonomi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Saat berdialog dengan warga pada Jumat (27/2/2026), ia beralasan bahwa status wilayah saat ini masih dalam fase transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari, sesuai ketetapan Bupati setempat.
Baca Juga: 30 Hektar Lahan Swasta Ludes, Karhutla Aceh Singkil Jadi Atensi BNPB
Menurut Suharyanto, pada fase transisi ini pemerintah masih memprioritaskan pemindahan penyintas dari tenda pengungsian ke fasilitas huntara.
Terkait tuntutan pemulihan ekonomi, BNPB menyatakan hal tersebut baru akan dieksekusi pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Untuk merealisasikan fase ini, BNPB mengklaim telah menyusun dokumen pengajuan anggaran dengan nilai mencapai Rp27 triliun khusus untuk wilayah Aceh Utara.
Proyek pemulihan ini ditargetkan memakan waktu tiga tahun, dari 2026 hingga 2028.
Namun, kendati angka yang diajukan terbilang fantastis, dana pemulihan ekonomi tersebut belum berstatus final atau siap cair.
Suharyanto mengakui bahwa dokumen dan anggaran itu saat ini masih dalam proses pembahasan lintas kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Birokrasi Bantuan yang Terpisah
Lambatnya proses pemulihan warga juga terlihat dari skema penyaluran bantuan yang terfragmentasi antar-instansi.
Saat meninjau huntara, BNPB baru menyalurkan bantuan berupa bahan pokok dan peralatan rumah tangga dasar.
Untuk pemenuhan perabotan huntara dan dana jaminan hidup, warga masih harus dihadapkan pada ketidakpastian waktu karena penyalurannya merupakan wewenang dari kementerian lain yang hingga kini belum turun.
Sementara itu, progres pemenuhan hak hunian warga di Kecamatan Seunuddon juga belum mencapai 100 persen. Dari total target 333 unit huntara yang harus dibangun, pemerintah baru menyelesaikan 264 unit.
Usai kunjungan dan meninjau kondisi riil di Aceh Utara, rombongan BNPB dijadwalkan langsung bertolak menuju Kabupaten Nagan Raya menggunakan helikopter pada Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Kepala BNPB Wajibkan Jaringan Pipa Air Bersih Berfungsi di Seluruh Huntara Aceh
(Mira)
















