Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi para penikmat musik indie, nama Hindia alias Baskara Putra tentu sudah tidak asing lagi.
Lewat lagu-lagunya yang jujur dan penuh keresahan, Hindia berhasil memotret realitas kehidupan dewasa muda dengan sangat presisi.
Salah satu lagu yang paling banyak dibicarakan adalah “Untuk Apa / Untuk Apa?”.
Menariknya, lagu ini seolah menjadi lagu wajib bagi para “buruh pena” atau jurnalis.
Liriknya yang sinis namun realistis terasa sangat relate dengan dinamika di dapur redaksi maupun di lapangan. Kenapa bisa begitu? Berikut adalah 5 alasannya:
1. Pertanyaan Tentang Esensi Berita
Lirik “Untuk apa?” yang terus berulang dalam lagu ini mencerminkan kegelisahan batin seorang jurnalis saat mengejar berita.
Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis sering kali bertanya: “Untuk apa berita ini ditulis? Apakah benar-benar bermanfaat atau hanya sekadar mengejar angka keterbacaan?”.
Lagu ini mewakili sisi idealis jurnalis yang sering berbenturan dengan tuntutan industri.
2. Tekanan “Deadline” dan Kelelahan Mental
Dunia jurnalistik adalah dunia yang tidak pernah tidur.
Jurnalis dituntut untuk selalu cepat, tepat, dan tanggap. Suasana lagu yang terasa padat dan sedikit “menekan” menggambarkan bagaimana kondisi mental seorang jurnalis saat berhadapan dengan deadline yang bertubi-tubi.
Lagu ini seolah memvalidasi rasa lelah yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata.
3. Realitas Ekonomi Buruh Pena
















