Faktakalbar.id, MELAWI – Kepolisian Sektor (Polsek) Nanga Pinoh memfasilitasi proses mediasi terkait kasus pembulian di Melawi yang melibatkan sejumlah pelajar remaja.
Para pelaku, dengan didampingi oleh orang tua masing-masing, secara resmi menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak korban dan keluarganya di Markas Polsek Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada Rabu (25/2/2026) malam WIB.
Baca Juga: Soroti Kasus Perundungan Siswa MTs, Edi Kamtono: Pelaku Anak Butuh Pembinaan, Bukan Hukuman Dewasa
Peristiwa penyelesaian masalah ini merupakan babak akhir dari insiden kekerasan antarpelajar yang rekamannya sempat beredar luas dan menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Video tersebut memantik keprihatinan masyarakat luas, sehingga aparat kepolisian setempat langsung mengambil langkah cepat untuk memanggil semua pihak yang terlibat guna meredam situasi dan menyelesaikan persoalan.
Proses mediasi dan penyampaian permintaan maaf tersebut dilangsungkan secara formal di hadapan pihak kepolisian selaku penengah, orang tua masing-masing pelaku, serta perwakilan keluarga korban.
Dalam pertemuan yang diwarnai dengan suasana haru tersebut, para remaja yang menjadi pelaku secara terbuka mengakui kesalahan mereka dan menyadari dampak buruk dari tindakan yang telah mereka lakukan.
Di hadapan para saksi yang hadir, para pelaku menyatakan sangat menyesali perbuatan tidak terpuji tersebut.
Mereka juga berjanji tidak akan pernah mengulangi tindakan serupa, baik kepada korban maupun pihak lainnya di masa mendatang.
Salah satu pelaku yang mewakili rekan-rekannya secara khusus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang sempat membuat heboh dunia maya tersebut.
Penyelesaian kasus pembulian di Melawi melalui jalur mediasi ini diambil dengan mempertimbangkan status para pelaku dan korban yang seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur.
















