Miris, Program MBG Diduga Jadi Celah Keuntungan Personal, Paket yang Diterima Siswa Tak Sesuai Informasi

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pontianak menuai sorotan setelah paket yang diterima siswa diduga tidak sesuai dengan informasi awal. Wali murid keluhkan pengurangan kualitas gizi. "
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pontianak menuai sorotan setelah paket yang diterima siswa diduga tidak sesuai dengan informasi awal. Wali murid keluhkan pengurangan kualitas gizi. (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Program pemerintah yang bertujuan membantu pemenuhan gizi pelajar justru menuai sorotan di sejumlah sekolah di Kota Pontianak.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga tidak berjalan sesuai tujuan awal setelah muncul keluhan terkait isi paket yang diterima siswa.

Informasi yang beredar dari pihak sekolah melalui grup komunikasi resmi kepada wali murid menyebutkan bahwa distribusi paket MBG selama bulan Ramadan dilakukan dengan beberapa ketentuan.

Di antaranya pembagian dilakukan secara rapel setiap tiga hari sekali, siswa diminta membawa wadah sendiri karena totebag dari SPPG harus dikembalikan, serta pembagian paket dilakukan saat jam pulang sekolah di gerbang sekolah.

Baca Juga: Keracunan MBG: Catatan Kritis Pelaksanaan MBG di Daerah

Dalam pemberitahuan tersebut juga dijelaskan bahwa paket MBG selama Ramadan diberikan dalam bentuk makanan kering.

Adapun rincian paket yang diinformasikan meliputi tiga roti, susu satu liter untuk konsumsi satu minggu, tiga butir telur rebus, serta buah-buahan seperti pisang, kurma, dan salak.

Namun, fakta di lapangan disebut berbeda.

Sejumlah wali murid mengaku paket yang diterima anak-anak mereka tidak sesuai dengan informasi awal.

Paket MBG yang seharusnya untuk konsumsi tiga hari disebut hanya berisi tiga telur rebus, dua pisang yang masih hijau, tiga roti, serta beberapa butir kurma.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan memunculkan dugaan adanya pengurangan kualitas maupun kuantitas bantuan.

Bahkan, sebagian pihak menilai program pemerintah yang seharusnya menyasar pemenuhan gizi siswa berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu dalam proses penyalurannya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Sarana salah satu SMK di Pontianak Timur, Handoyo, saat dikonfirmasi Faktakalbar.id melalui pesan WhatsApp, Senin (23/2/2026), membenarkan adanya perubahan distribusi dari pihak penyedia.

“Iya, ada perubahan dari pihak SPPG. Susu di hari Kamis nanti baru ada. Dan sudah kita ajukan komplain ke pihak SPPG,” ujar Handoyo.

Ia juga menyarankan agar informasi lebih lanjut dapat langsung dikonfirmasi kepada pihak dapur penyedia MBG, yakni Dapur Saigon 2 yang berlokasi di Gang Asuha.

Para wali murid berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi serta pengawasan ketat terhadap distribusi program MBG.

Hal ini agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai standar dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia MBG masih diharapkan memberikan klarifikasi resmi guna menjawab keluhan masyarakat.