Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan kejadian bencana alam, yang secara umum didominasi oleh bencana banjir, melanda sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang periode 20 hingga 22 Februari 2026.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang di Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan BNPB Pertengahan Februari 2026
Di Provinsi NTB, bencana banjir merendam tiga kabupaten secara berurutan akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Di Kabupaten Lombok Timur, banjir merendam kawasan Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia pada Jumat (20/2) sore, yang berdampak pada 100 kepala keluarga (KK) sebelum akhirnya surut satu hari kemudian.
Sehari berselang, pada Sabtu (21/2), banjir bandang menyapu Desa Muer dan Desa Brang Kolong di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Peristiwa ini mengakibatkan 106 unit rumah warga terdampak secara materil dan 293 jiwa menjadi korban terdampak.
Pada hari yang sama, hujan lebat disertai angin kencang dan petir juga memicu banjir di Kabupaten Bima. Tiga desa dari dua kecamatan tergenang, yakni Desa Lere di Kecamatan Parado, serta Desa Kore dan Desa Sandue di Kecamatan Sanggar. Sebanyak 37 KK terdampak dan satu keluarga terpaksa mengungsi.
Baca Juga: BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam Banjir di NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah
Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (21/2). Insiden ini menimbulkan korban luka.
















