Pemkot Pontianak Dukung Program 3 Juta Rumah, Usulkan Pembangunan Rusun di Dua Lokasi

Kepala Dinas PRKP Kota Pontianak Derry Gunawan bersama jajaran sedang meninjau kawasan rumah susun (rusun) bertingkat dengan dinding berwarna-warni. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala Dinas PRKP Kota Pontianak Derry Gunawan bersama jajaran sedang meninjau kawasan rumah susun (rusun) bertingkat dengan dinding berwarna-warni. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Untuk lahannya ya dicari oleh masing-masing developer, biasanya di wilayah yang masih murah harganya karena harga jualnya dibatasi,” ujar Derry Gunawan usai melakukan rapat koordinasi dengan Mendagri secara daring.

Derry menambahkan, lahan permukiman yang saat ini masih terjangkau di wilayah Pontianak berada di kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Barat. Selain rusun, program bantuan bedah rumah juga terus digulirkan. Pada tahun 2025, pemerintah pusat memberikan bantuan untuk 200 unit rumah, sementara Pemkot Pontianak mengalokasikan anggaran untuk 150 unit bedah rumah dan bedah WC.

Terkait usulan rusun baru, tipenya akan disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan berdasarkan hasil peninjauan tim teknis. Saat ini, Pontianak telah memiliki beberapa rusunawa seperti Harapan Jaya di Pontianak Selatan, serta Sungai Beliung dan Nipah Kuning di Pontianak Barat. Khusus di Nipah Kuning, lahan yang tersedia masih berpotensi untuk dikembangkan hingga delapan tower tambahan.

Selain kemudahan perizinan, pemerintah pusat melalui sektor perbankan juga mempermudah skema kredit bagi pengembang dan konsumen. Bunga kredit rumah subsidi yang semula berada di angka belasan persen kini ditekan menjadi kisaran 5 hingga 6 persen.

“Untuk yang mau membeli rumah subsidi biasanya kan belasan persen (bunganya), sekarang 5-6 persen. Jadi mungkin sekitar 6 persennya disubsidi oleh pemerintah,” tutup Derry.