Satgas Liong Kapuas 2026 Perketat Pengamanan Pasar Tradisional Pontianak

Personel Satgas Liong Kapuas 2026 melakukan dialog dengan pedagang di Pasar Kemuning Pontianak guna mengantisipasi peredaran uang palsu, Minggu (22/2/2026).
Personel Satgas Liong Kapuas 2026 melakukan dialog dengan pedagang di Pasar Kemuning Pontianak guna mengantisipasi peredaran uang palsu, Minggu (22/2/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Satgas Ops Liong Kapuas 2026 meningkatkan intensitas pengamanan di sejumlah titik vital menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Salah satu fokus utama pengamanan menyasar Pasar Kemuning di Jalan Prof. M. Yamin, Kecamatan Pontianak Kota, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pada Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Satgas Siber Operasi Liong Kapuas 2026 Pantau Konten Negatif Jelang Imlek dan Ramadan

Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi berbagai modus kejahatan yang rawan terjadi di tengah keramaian pasar tradisional. Satgas Preventif melalui Subsatgas PAM Tempat Keramaian dikerahkan untuk menyisir area pasar sekaligus menjalin komunikasi intensif dengan para pedagang setempat.

Kasubsatgas AKP Aris Basuki, yang memimpin langsung pengamanan di lokasi, mengungkapkan bahwa petugas fokus melakukan sosialisasi terkait kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Hal ini merespons laporan para pedagang di Pasar Kemuning yang mengaku masih kerap menemukan uang palsu dari konsumen dalam transaksi harian mereka.

“Para pedagang di Pasar Kemuning kerap menemukan uang palsu dari konsumen dalam transaksi harian mereka. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan teliti saat bertransaksi. Jangan sampai menjadi korban pelaku kriminal yang memanfaatkan momen keramaian ini,” ujar Aris di sela-sela kegiatannya.

Selain pengawasan terhadap uang palsu, personel kepolisian juga memantau kepadatan pengunjung untuk mencegah aksi kriminalitas jalanan seperti pencopet atau penjambretan. Kehadiran petugas berseragam di lapangan diharapkan mampu memberikan efek deterens bagi pelaku kejahatan sekaligus rasa aman bagi warga yang sedang berbelanja kebutuhan hari raya.