Disbunak Kalbar Gelar Rakor Optimalkan Pengendalian Hama Tanaman Perkebunan

Suasana Rapat Koordinasi Pelaporan Data Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan di ruang rapat Disbunak Prov. Kalbar. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Suasana Rapat Koordinasi Pelaporan Data Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan di ruang rapat Disbunak Prov. Kalbar. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaporan Data Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan.

Baca Juga: Jamin Stok Aman, Disbunnak Kalbar Koordinasi Stabilitas Harga Produk Hewan Jelang Hari Raya

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Disbunak Kalbar, Ignasius IK, ini bertujuan untuk memaksimalkan langkah pencegahan dan pengendalian hama secara terpadu, Kamis (19/2/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Disbunak Kalbar ini berfokus pada penguatan dan akurasi data luasan serangan OPT.

Ketersediaan data yang valid dinilai sangat krusial sebagai landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan strategis terkait tindakan pengendalian di lapangan.

Kegiatan ini diikuti oleh 13 perwakilan dinas yang membidangi perkebunan dari berbagai kabupaten/kota secara daring melalui Zoom Meeting, serta dihadiri langsung oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Bidang Prasarana, Sarana, dan Perlindungan Perkebunan.

Baca Juga: Kawal Isu Dana Perkebunan hingga Pilkada DPRD, Bupati Ketapang Hadiri Rakernas Apkasi di Batam

Untuk memperkuat pemahaman teknis peserta, Rakor ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pelindungan Perkebunan Ditjenbun Kementerian Pertanian yang memaparkan materi mengenai Kebijakan Pelaporan Data OPT Tanaman Perkebunan.

Selain itu, narasumber dari Balai Pelindungan Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak turut memberikan pelatihan terkait tata cara penginputan laporan menggunakan Aplikasi Ladabun BPTP.

Melalui pertemuan strategis ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap kuantitas dan kualitas pendataan OPT semakin akurat.

Sinergi dan koordinasi yang kuat antarpihak terkait diyakini mampu menekan risiko kerugian akibat serangan hama, sekaligus menjaga produktivitas sektor perkebunan di Kalimantan Barat.

(FR)