Pembangunan Huntara di Aceh Timur Terhambat Akses Jalan Rusak

Foto udara Dusun Ranto Panyang Rubek yang dampak banjir bandang di Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026).
Foto udara Dusun Ranto Panyang Rubek yang dampak banjir bandang di Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026). (Dok. Ist)

“Sebagian masyarakat kami memanfaatkan kayu-kayu sisa untuk membuat hunian sementara, sambil menunggu (huntara pemerintah),” ujar Jahidin.

Dampak bencana alam banjir dan longsor di wilayah Sumatera ini memang sangat masif. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa terdapat puluhan desa yang hilang tersapu bencana.

Baca Juga: BNPB Serahkan 252 Unit Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Dari total 29 desa yang hilang, 21 desa di antaranya berada di Provinsi Aceh, tepatnya di wilayah Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Hilangnya desa-desa tersebut memunculkan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan upaya relokasi penduduk serta penataan ulang administrasi pemerintahan desa.

Secara keseluruhan, bencana di tiga provinsi tersebut telah menyebabkan 1.205 orang meninggal dunia, 139 orang hilang, dan berdampak luas pada 4.511 desa.

(*Red)