Pembangunan Huntara di Aceh Timur Terhambat Akses Jalan Rusak

Foto udara Dusun Ranto Panyang Rubek yang dampak banjir bandang di Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026).
Foto udara Dusun Ranto Panyang Rubek yang dampak banjir bandang di Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, ACEH – Proyek pengadaan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang yang berada di wilayah terisolir Kabupaten Aceh Timur masih mengalami kendala.

Akses jalan darat yang rusak parah dan berlumpur membuat proses pembangunan huntara di Aceh Timur menjadi terhambat.

Baca Juga: 781 KK Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah Mulai Direlokasi ke Huntara

Kepala Dusun Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Jahidin, mengonfirmasi bahwa warganya telah masuk dalam daftar penerima bantuan fasilitas dari pemerintah.

Namun, realisasi di lapangan terkendala masalah transportasi alat berat.

“Kami masih tinggal di pengungsian. Kami sudah mendaftar untuk huntara, tetapi karena kadang kondisi jalan kami, karena kondisi cuaca, kadang alat nggak bisa masuk,” ujarnya pada Sabtu.

Dusun Ranto Panyang Rubek merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang pada akhir November 2025.

Dari total populasi 46 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut, sebanyak 32 KK kehilangan rumahnya, sementara bangunan rumah yang tersisa mengalami rusak berat.

Untuk mendistribusikan material dan alat berat pendukung pembangunan huntara di Aceh Timur ke lokasi tersebut, kendaraan harus menembus jalan tanah berlumpur di area perkebunan sawit.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam melewati jalur tanjakan terjal dan turunan berkelok yang rawan tergelincir, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan off-road.

Kondisi jalan yang ekstrem dan terisolir ini memaksa warga dusun untuk bertahan dengan fasilitas seadanya di tempat pengungsian.