PONTIANAK, FAKTAKALBAR.ID – Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Musik Bangun Sahur yang berlokasi di halaman Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman.
Baca Juga: Satgas Liong Kapuas 2026 Perketat Pengamanan Pasar Tradisional Pontianak
Agenda tahunan ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi etalase budaya sungai yang memiliki daya tarik wisata lebih kuat di masa depan.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kreativitas masyarakat dalam membangunkan sahur.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya lokal.
Mengingat, Masjid Jami merupakan titik nol peradaban Kota Pontianak yang berdiri megah di tepian Sungai Kapuas.
“Kita tidak boleh lupa bahwa cikal bakal Kota Pontianak bermula dari kawasan Masjid Jami ini. Karena itu, penyelenggaraan festival ke depan harus mampu menonjolkan nilai historis tersebut,” ujar Bahasan saat membuka kegiatan pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bahasan memberikan arahan strategis untuk pelaksanaan tahun berikutnya.
Baca Juga: Ikut Mancing Bareng, Dandim 1207/Pontianak Apresiasi Inovasi Parit Kantor Bupati Kubu Raya
Ia menyarankan agar tata letak panggung diorientasikan menghadap Alun-Alun Sungai Kapuas guna memperkuat aspek visual dan suasana ikonik bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di jalur perairan.
Konsep ini dinilai sebagai langkah rebranding kawasan Istana Kadriah dan Masjid Jami sebagai pusat budaya sungai.
















