Amati Rasa Manis yang Dihasilkan
Perbedaan rasa antara gula alami kurma dengan pemanis buatan sangat mudah masyarakat kenali melalui lidah. Rasa manis dari kurma asli cenderung lembut dan tidak meninggalkan rasa gatal atau sisa rasa pahit di tenggorokan setelah menelannya.
Sebaliknya, kurma yang telah melalui proses perendaman air gula akan memberikan sensasi manis yang menyengat dan membuat haus seketika. Jika masyarakat menemukan butiran kristal gula putih pada permukaan kulit kurma, besar kemungkinan buah tersebut sudah mendapatkan tambahan pemanis eksternal.
Kurma yang benar-benar alami memberikan keseimbangan rasa antara manis dan legit yang pas tanpa membuat penikmatnya merasa enek.
Pilih Produk dengan Kemasan Jelas
Keamanan pangan selama Ramadan sangat bergantung pada kejelasan asal-usul produk yang masyarakat beli. Mengutamakan kurma yang memiliki kemasan resmi dengan label informasi yang lengkap membantu konsumen memastikan kualitas barang.
Baca Juga:Â Tips puasa untuk kamu yang punya penyakit Gerd
Kemasan tersebut biasanya mencantumkan jenis kurma, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar resmi dari lembaga terkait. Membeli kurma dalam bentuk curah atau kiloan tanpa label memang lebih murah, namun memiliki risiko kontaminasi bakteri yang lebih tinggi karena terpapar udara luar secara terus-menerus.
Dengan memilih kurma yang terjamin kualitas dan keasliannya, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang tetap sehat dan bertenaga.
(*Sr)












