Tips Menjaga Emosi dan Mood Tetap Stabil Saat Puasa

Ilustrasi - Ibadah puasa pada bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus secara fisik, melainkan juga melatih ketahanan mental dan emosional. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Ibadah puasa pada bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus secara fisik, melainkan juga melatih ketahanan mental dan emosional. (Dok. Ist)

Kelola Ekspektasi dan Fokus Pikiran

Mengalihkan fokus pikiran dari rasa lapar ke aktivitas yang lebih produktif atau religius membantu menjaga stabilitas mental. Masyarakat sebaiknya mengisi waktu dengan hobi ringan, membaca buku, atau memperdalam literasi keagamaan untuk menjaga pikiran tetap positif.

Mengelola ekspektasi terhadap perilaku orang lain juga sangat membantu dalam menjaga kedamaian hati. Alih-alih merespons provokasi atau hambatan dengan kemarahan, masyarakat dapat memilih untuk memaafkan dan menjaga jarak dari lingkungan yang berpotensi merusak suasana hati.

Menjaga fokus pada tujuan utama ibadah Ramadan akan memberikan kekuatan tambahan bagi mental untuk tetap stabil dan tenang sepanjang hari.

Baca Juga: Rumah Rapi, Pikiran Tenang: 5 Alasan Beres-beres di Hari Sabtu Bikin Bahagia

Cukupi Nutrisi Otak Saat Sahur

Kualitas asupan saat sahur ternyata memberikan dampak jangka panjang terhadap kestabilan emosi hingga waktu berbuka tiba. Masyarakat perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B kompleks dan omega-3 yang berfungsi menjaga kesehatan sistem saraf.

Nutrisi ini mendukung otak dalam memproduksi hormon kebahagiaan seperti serotonin meskipun tubuh sedang dalam kondisi berpuasa. Menghindari konsumsi kafein berlebih saat sahur juga mencegah munculnya perasaan cemas dan jantung berdebar yang bisa mengganggu ketenangan pikiran.

Dengan asupan nutrisi otak yang tepat, masyarakat akan memiliki ketahanan mental yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai dinamika sosial selama bulan suci.

(*Sr)