Tips Mengatur Pola Tidur Saat Puasa Agar Tidak Ngantuk

Panduan mengatur jam istirahat selama bulan Ramadan agar tubuh tetap segar dan produktif meski harus bangun dini hari untuk makan sahur. (Dok. Ist)
Panduan mengatur jam istirahat selama bulan Ramadan agar tubuh tetap segar dan produktif meski harus bangun dini hari untuk makan sahur. (Dok. Ist)

Jaga Kualitas Lingkungan Tidur

Kualitas tidur jauh lebih penting daripada sekadar durasi atau lama waktu terpejam. Masyarakat perlu memastikan suasana kamar tidur tetap nyaman, sejuk, dan minim cahaya untuk merangsang hormon melantonin.

Mematikan perangkat elektronik seperti telepon pintar satu jam sebelum tidur membantu otak menjadi lebih rileks. Radiasi cahaya biru dari layar gawai sering kali menunda rasa kantuk dan menurunkan kualitas istirahat.

Menciptakan lingkungan tidur yang kondusif memastikan setiap menit waktu istirahat memberikan dampak pemulihan yang nyata bagi kebugaran fisik warga selama bulan suci.

Baca Juga: Bukan Sekadar Malas, Ini 5 Manfaat Ajaib Tidur Siang di Hari Sabtu untuk Tubuh

Perhatikan Asupan Sebelum Tidur

Jenis makanan dan minuman yang masuk ke tubuh sebelum tidur turut memengaruhi kenyenyakan istirahat malam. Masyarakat sebaiknya menghindari konsumsi makanan berat yang terlalu berminyak atau sangat pedas menjelang tidur malam.

Perut yang bekerja terlalu keras untuk mencerna makanan akan membuat kualitas tidur menurun dan berisiko memicu gangguan asam lambung. Mengonsumsi minuman hangat non-kafein seperti susu atau teh herbal membantu merilekskan otot-otot tubuh.

Kondisi perut yang nyaman memudahkan seseorang memasuki fase tidur lelap lebih cepat sehingga bangun sahur pun terasa lebih ringan.

(*Sr)