Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Ibadah puasa pada bulan Ramadan secara otomatis mengubah siklus harian masyarakat, terutama mengenai waktu istirahat. Kewajiban bangun pada dini hari untuk melaksanakan sahur sering kali membuat waktu tidur malam menjadi tidak utuh.
Kondisi ini memicu munculnya rasa kantuk yang luar biasa serta penurunan konsentrasi saat harus bekerja pada siang hari. Kurang tidur yang terakumulasi dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu stabilitas emosi seseorang.
Masyarakat perlu menerapkan strategi manajemen waktu tidur yang cerdas agar tubuh tetap mendapatkan hak istirahatnya secara optimal tanpa meninggalkan keberkahan waktu sahur.
Baca Juga:Â Suka Tidur Pakai Kaus Kaki? Ini 5 Karakter Tersembunyi di Baliknya
Segerakan Waktu Tidur Malam
Masyarakat wajib membiasakan diri untuk tidur lebih awal sesaat setelah menyelesaikan ibadah salat tarawih. Menghindari kebiasaan begadang untuk hal yang tidak mendesak menjadi kunci utama menjaga stamina.
Tidur lebih awal memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyelesaikan satu hingga dua siklus deep sleep sebelum waktu sahur tiba. Perbaikan sel-sel tubuh dan produksi hormon terjadi secara maksimal saat seseorang tidur dalam kondisi gelap dan tenang.
Dengan menyegerakan waktu istirahat, seseorang akan lebih mudah bangun dalam keadaan segar untuk menyantap hidangan sahur.
Manfaatkan Tidur Siang Singkat
Teknik tidur siang singkat atau sering dikenal dengan istilah power nap sangat membantu mengembalikan energi yang terkuras. Masyarakat dapat meluangkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit saat istirahat siang di kantor atau di rumah.
Durasi tidur yang singkat ini cukup untuk menyegarkan sistem saraf pusat tanpa menimbulkan rasa pening saat terbangun. Hindari tidur siang yang terlalu lama karena hal tersebut justru memicu kondisi sleep inertia atau rasa lemas yang berkepanjangan.
Istirahat sejenak ini terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan fokus dan produktivitas kerja hingga waktu berbuka puasa tiba.
















