Sungai Melawi Dangkal, Krisis BBM Hantui Sintang Akibat Distribusi Darat yang Lamban

"Pendangkalan Sungai Melawi lumpuhkan jalur tanker. Distribusi BBM Sintang kini bergantung penuh pada jalur darat dengan waktu tempuh 15 jam, picu antrean panjang di SPBU. "
Pendangkalan Sungai Melawi lumpuhkan jalur tanker. Distribusi BBM Sintang kini bergantung penuh pada jalur darat dengan waktu tempuh 15 jam, picu antrean panjang di SPBU. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Krisis energi di wilayah timur Kalimantan Barat kembali mencapai titik kritis.

Pendangkalan Sungai Melawi yang terjadi saat ini telah melumpuhkan jalur distribusi utama Bahan Bakar Minyak (BBM) via perairan.

Akibatnya, kapal tanker tidak dapat bersandar di Depot Sintang, memaksa distribusi dialihkan sepenuhnya ke jalur darat yang memakan waktu hingga dua kali lipat lebih lama.

Kondisi ini memicu keterlambatan suplai di sejumlah SPBU yang tersebar di Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, hingga Putussibau.

Baca Juga: Pastikan Stok Aman, Polisi Monitor Distribusi BBM di APMS Putussibau Utara Pasca Pengalihan Jalur

Jika dalam kondisi normal pengiriman dari Pontianak ke Sintang hanya memerlukan waktu 7-8 jam, kini armada mobil tangki harus menempuh perjalanan hingga 15 jam untuk sampai ke tujuan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengakui bahwa pengalihan moda angkut ini tidak terhindarkan demi aspek keselamatan.

“Jika draft kapal sudah tidak terpenuhi, kapal sudah tidak bisa masuk dan bersandar di Depot Sintang,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Beban Logistik dan Risiko Jalur Darat

Ketergantungan penuh pada jalur darat bukan tanpa risiko.