Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bulan suci Ramadan mengharuskan umat muslim menahan lapar dan haus selama lebih dari belasan jam. Tantangan terbesar saat menjalankan ibadah puasa bukan sekadar menahan rasa lapar, melainkan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Tubuh manusia kehilangan banyak cairan melalui keringat dan proses metabolisme selama beraktivitas pada siang hari. Kekurangan asupan cairan memicu kondisi dehidrasi yang menyebabkan tubuh terasa lemas, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi.
Menerapkan pola minum yang tepat pada malam hari membantu tubuh menyimpan cadangan air secara optimal untuk menghadapi ibadah puasa keesokan harinya.
Baca Juga:Â Cara Aman Minum Kopi Selama Bulan Puasa
Terapkan Rumus Dua Gelas Saat Berbuka
Mengonsumsi dua gelas air putih saat membatalkan puasa mengembalikan hidrasi tubuh secara cepat. Lambung membutuhkan cairan ringan terlebih dahulu setelah kosong seharian penuh.
Segelas air putih bersuhu ruang saat azan magrib langsung membasahi tenggorokan dan menyiapkan organ pencernaan sebelum menerima makanan padat. Masyarakat meminum gelas kedua setelah selesai menunaikan ibadah salat magrib.
Hal ini menahan warga dari kebiasaan langsung meminum minuman es manis berlebihan yang justru membebani kerja lambung.
Cukupi Empat Gelas Sepanjang Malam
Rentang waktu dari malam hari hingga menjelang tidur menjadi momen krusial untuk mencicil asupan cairan. Masyarakat perlu menghabiskan empat gelas air putih secara bertahap dalam periode ini.
Pola pembagian yang tepat meliputi satu gelas setelah makan malam, satu gelas sebelum salat tarawih, satu gelas setelah salat tarawih, dan satu gelas lagi menjelang tidur malam.
Cara mencicil ini mencegah perut terasa kembung akibat meminum air dalam jumlah melimpah sekaligus. Organ ginjal juga mendapatkan waktu yang cukup untuk menyaring cairan secara perlahan.










