Peningkatan Fungsi Kognitif Otak
Manfaat puasa juga merambah hingga ke fungsi saraf dan kesehatan otak. Kondisi puasa memicu produksi protein yang bernama Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).
Protein ini berfungsi sebagai nutrisi bagi sel saraf yang merangsang pertumbuhan neuron baru dan memperkuat sinapsis atau hubungan antar sel otak. Peningkatan kadar BDNF terbukti mampu memperbaiki daya ingat, meningkatkan ketajaman fokus, serta melindungi otak dari risiko penurunan fungsi kognitif di masa tua.
Selain itu, penggunaan keton sebagai sumber energi alternatif saat puasa memberikan bahan bakar yang lebih stabil bagi otak daripada glukosa. Hasilnya, seseorang tetap bisa berpikir jernih dan kreatif meski sedang menahan lapar.
Baca Juga: Taktik Mengajarkan Anak Berpuasa Tanpa Rasa Terpaksa
Penyeimbangan Hormon dan Metabolisme
Puasa menjadi cara paling efektif untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah secara alami. Saat lambung kosong, produksi insulin menurun drastis, sehingga tubuh mulai membakar cadangan lemak sebagai sumber energi utama.
Proses ini sangat membantu dalam menurunkan risiko diabetes tipe dua dan menjaga berat badan tetap ideal. Selain itu, puasa juga meningkatkan produksi hormon pertumbuhan manusia atau Human Growth Hormone (HGH) secara masif.
Hormon ini sangat vital dalam proses perbaikan jaringan otot, pemulihan luka, dan menjaga keremajaan kulit dari dalam. Dengan menjaga pola makan saat berbuka dan sahur secara bijak, masyarakat bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang bersifat menyeluruh dan permanen.
(*Sr)













