Alexander secara kritis menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami hak mereka, bukan hanya sekadar terdaftar secara administratif.
Selain itu, kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS juga menjadi poin yang disoroti.
Pemerintah daerah membuka ruang koordinasi intensif untuk menyelesaikan kendala di lapangan, yang selama ini sering kali menghambat proses klaim atau akses layanan bagi peserta dari kalangan menengah ke bawah.
Publik kini menanti apakah pergantian pimpinan ini akan membawa terobosan nyata dalam menekan angka pekerja yang belum terlindungi, atau hanya akan terjebak dalam seremoni koordinasi lintas instansi tanpa dampak signifikan pada kesejahteraan pekerja di akar rumput.
Baca Juga: Setahun Pimpin Ketapang, Alexander Ajak Warga Gotong Royong
(Mira)
















