Faktakalbar.id, KETAPANG – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ketapang dan BPJS Ketenagakerjaan kini berada di titik uji baru seiring pergantian kepemimpinan di instansi jaminan sosial tersebut.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi menerima audiensi kenal pamit Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ketapang di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Meski dibalut dalam suasana formal, pertemuan ini membawa pesan kuat mengenai pekerjaan rumah (PR) besar yang belum tuntas, terutama dalam memperluas cakupan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal dan warga kurang mampu di Ketapang.
Bupati Alexander menegaskan bahwa jaminan keselamatan kerja bukanlah sekadar program administratif, melainkan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Satu Tahun Pimpin Ketapang, Alexander Wilyo Akui Tantangan Besar: Sinergi Bukan Sekadar Jargon
Ia meminta kepemimpinan BPJS Ketenagakerjaan yang baru untuk tidak sekadar melanjutkan rutinitas, tetapi melakukan penguatan pada validasi data kepesertaan.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung peningkatan cakupan kepesertaan aktif, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan pekerja sektor informal, agar seluruh warga terlindungi,” tegas Alexander.
Tantangan Validasi Data dan Sektor Informal
Masalah klasik yang sering dihadapi adalah minimnya perlindungan bagi pekerja mandiri atau informal di pelosok Ketapang.
















