Perempuan di Jawa Mendadak Logat Madura Usai Stroke, Ternyata Ini Penyebab Medisnya

"Seorang perempuan di Jawa Tengah mendadak bicara dengan logat Madura setelah terserang stroke. Simak penjelasan medis Foreign Accent Syndrome (FAS) dan area otak yang memicunya."
Seorang perempuan di Jawa Tengah mendadak bicara dengan logat Madura setelah terserang stroke. Simak penjelasan medis Foreign Accent Syndrome (FAS) dan area otak yang memicunya. (Dok. Ist)

Bagaimana Logat Bisa Berubah Mendadak?

Berdasarkan laporan riset dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), perempuan tersebut awalnya datang dengan keluhan kesemutan dan kelemahan pada anggota tubuh bagian kanan.

Namun, hal yang paling mengejutkan tim medis adalah perubahan cara bicaranya yang drastis.

Meskipun ia dibesarkan dan hidup dalam budaya Jawa yang kental, logat bicaranya secara otomatis berubah menyerupai aksen Madura.

Padahal, perempuan ini mengaku tidak memiliki keterkaitan keluarga maupun pengalaman tinggal di wilayah Madura.

Hasil pemeriksaan MRI otak mengungkap alasan di balik fenomena ini. Ditemukan gangguan pada lobus frontal bilateral, sebuah area di otak yang memegang kendali vital atas fungsi bahasa, memori, dan kontrol motorik bicara.

Kerusakan pada jalur saraf akibat stroke ini mengubah cara otak mengatur ritme, penekanan kata, dan intonasi, sehingga bagi pendengar, suara tersebut terdengar seperti aksen wilayah atau negara lain.

Fenomena Global yang Sangat Langka

Foreign Accent Syndrome adalah kondisi medis yang sangat jarang ditemukan di dunia.

Hingga tahun 2016, tercatat hanya ada sekitar 100 laporan kasus serupa secara global.

Kasus serupa lainnya pernah dilaporkan di Amerika Serikat, di mana seorang perempuan berusia 34 tahun mendadak berbicara dengan logat Inggris (British) meski ia tidak pernah tinggal di Inggris.

Kondisi FAS ini menjadi sinyal penting bagi dunia kesehatan bahwa stroke tidak hanya berdampak pada kelumpuhan fisik, tetapi juga bisa mengubah aspek identitas yang paling mendasar, yakni suara dan dialek.

Tim peneliti menekankan bahwa kasus yang dialami perempuan di Jawa Tengah ini menjadi bukti betapa kompleksnya fungsi otak manusia dan bagaimana serangan stroke dapat memengaruhi kapasitas fungsional pasien dengan cara yang tak terduga.

Baca Juga: Jangan Tunggu Tua, Ini 4 Cara Ampuh Hindari Stroke di Usia Muda

(Mira)