Potensi dan Tantangan Menanam Bawang Merah di Tanah Kalimantan Barat

"Apakah tanah Kalimantan Barat cocok untuk bawang merah? Simak ulasan mengenai tantangan lahan gambut, iklim, hingga peluang kemandirian pangan lokal."
Apakah tanah Kalimantan Barat cocok untuk bawang merah? Simak ulasan mengenai tantangan lahan gambut, iklim, hingga peluang kemandirian pangan lokal. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

3. Faktor Iklim dan Curah Hujan

Sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi, tantangan terbesar menanam bawang merah di Kalbar adalah kelembapan yang berlebih.

Bawang merah membutuhkan penyinaran matahari yang cukup dan tidak menyukai genangan air.

Oleh karena itu, teknik menanam dengan bedengan yang lebih tinggi atau penggunaan naungan plastik (UV protector) sangat disarankan untuk menjaga tanaman dari risiko busuk akar.

4. Pemilihan Varietas yang Adaptif

Kunci keberhasilan menanam bawang merah di Kalimantan Barat terletak pada pemilihan varietas yang tahan terhadap cuaca panas dan lembap.

Beberapa varietas unggul seperti Bima Brebes atau Tajuk telah diuji coba di beberapa kabupaten dan terbukti mampu beradaptasi dengan lingkungan lokal, meskipun membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibandingkan di daerah asalnya.

5. Potensi Kemandirian Pangan Lokal

Melihat beberapa keberhasilan panen di tingkat kelompok tani di wilayah seperti Kubu Raya dan Pontianak, menanam bawang merah di Kalbar memiliki prospek yang besar.

Meskipun memerlukan perlakuan khusus terhadap tanah, pengembangan komoditas ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan distribusi dari luar pulau dan menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga: Ekspedisi Macet Jelang Puasa, Harga Bawang Merah di Pontianak Tembus Rp88 Ribu, Beras dan Telur Stabil

(Mira)