Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Ketergantungan Kalimantan Barat terhadap pasokan bawang merah dari Pulau Jawa sering kali menjadi pemicu fluktuasi harga di pasar lokal, terutama saat terkendala faktor cuaca atau distribusi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar bagi para penggiat kebun dan petani lokal: Apakah tanah di Kalimantan Barat sebenarnya cocok untuk menanam bawang merah sendiri?
Berikut adalah ulasan mengenai potensi dan tantangan menanam bawang merah di tanah Khatulistiwa:
1. Karakteristik Tanah dan Tantangan Keasaman
Baca Juga:Â Distribusi Terhambat Banjir di Jawa, Pasokan Bawang Merah ke Pontianak Mulai Normal
Sebagian besar daratan di Kalimantan Barat didominasi oleh tanah gambut dan tanah podsolik merah kuning yang memiliki tingkat keasaman (pH) cukup tinggi.
Bawang merah idealnya tumbuh pada tanah yang gembur dengan pH netral (6,0–7,0).
Namun, hal ini bukan berarti tidak mungkin; dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) yang tepat, tingkat keasaman tanah lokal bisa dinetralkan agar layak tanam.
2. Pemanfaatan Lahan Alluvial
Kalimantan Barat memiliki banyak wilayah aliran sungai yang menghasilkan tanah alluvial.
Jenis tanah ini cenderung lebih subur dan memiliki tekstur yang baik untuk pertumbuhan umbi.
Beberapa daerah di Kalbar telah melakukan uji coba penanaman bawang merah di lahan non-gambut dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan asalkan sistem drainase diatur dengan ketat.
















