“Ketahanan pangan adalah kerja bersama. Pemanfaatan Dana Desa harus disinkronkan mulai dari pengadaan bibit, penyediaan sarana pertanian, proses tanam, hingga pengolahan dan pemasaran hasil panen,” ujar M. Apu.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes Gunung Tunggal diharapkan mengambil peran sentral dalam mengelola hasil panen.
Hal ini bertujuan agar jagung yang diproduksi memiliki nilai tambah melalui sistem penyimpanan, pengolahan, dan akses pemasaran yang lebih luas, sehingga keuntungan ekonomi kembali kepada petani lokal.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Jelang Ramadhan, Kapolres Ketapang Silaturahmi ke Masjid Agung Al Ikhlas
Selain fokus pada komoditas jagung, Pemerintah Desa Runjai Jaya juga mendorong warga untuk memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah dengan tanaman produktif. Upaya ini dibarengi dengan peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknologi pertanian tepat guna yang ramah lingkungan.
Kegiatan penanaman ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Polsek Marau, dan Kantor Camat Marau sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
Melalui kolaborasi ini, Desa Runjai Jaya optimis mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Marau.
(FR)
















