Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan BNPB Pertengahan Februari 2026

Tim gabungan melakukan pembersihan pascabanjir yang melanda di Kabupaten Grobogan, pada Rabu (18/2). Sumber foto: BPBD Kabupaten Grobogan
Tim gabungan melakukan pembersihan pascabanjir yang melanda di Kabupaten Grobogan, pada Rabu (18/2). Sumber foto: BPBD Kabupaten Grobogan

Baca Juga: BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, banjir berdampak pada 10.061 Kepala Keluarga (KK) dan merendam 9.736 unit rumah.

Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 16 hingga 22 Februari 2026. Hingga saat ini, banjir masih menggenangi dua wilayah, yakni Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.

Pembaruan data juga mencatat 8.163 rumah terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kondisi air mulai berangsur surut dan upaya perbaikan tanggul terus dilakukan menggunakan alat berat.

Berdasarkan pantauan visual, area persawahan di Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogosih sebagian masih tergenang air.

Merespons rentetan kejadian bencana hidrometeorologi tersebut, pihak BNPB memberikan imbauan resmi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” imbau BNPB pada laporan resminya.

(*Red)