“Konsumsi kopi dapat menimbulkan gejala sulit tidur yang membuat seseorang terjaga lebih lama,” tambah Prof Ali. Padahal, istirahat yang cukup sangat krusial untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit selama sebulan penuh berpuasa.
3. Memicu Kenaikan Asam Lambung
Minum kopi saat berbuka puasa, terutama ketika perut masih dalam keadaan kosong, sangat tidak dianjurkan.
Kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan melemahkan katup kerongkongan.
Efeknya, asam lambung akan lebih mudah naik (refluks) yang memicu gejala mual, nyeri ulu hati, hingga rasa panas di dada (heartburn). Bagi penderita maag atau lambung sensitif, hal ini bisa menjadi gangguan pencernaan yang serius.
Saran Penyajian yang Lebih Sehat
Sebagai alternatif, Prof Ali Khomsan menyarankan untuk mengawali berbuka dengan air putih guna mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Jika Anda tetap ingin mengonsumsi kopi, pastikan untuk:
-
Minum kopi 1-2 jam setelah makan besar (perut tidak kosong).
-
Membatasi jumlah cangkir agar tidak berlebihan.
-
Memastikan asupan air putih tetap terpenuhi (minimal 8 gelas sehari antara buka hingga sahur).
Dengan membatasi konsumsi kopi, Anda dapat menjaga kualitas tidur dan keseimbangan cairan tubuh, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih maksimal.
(*Drw)
















