Kriminal  

Trik Jaga Fokus Kerja Saat Perut Kosong

Ilustrasi - Bekerja dalam kondisi berpuasa menuntut Anda untuk mengelola energi otak secara lebih efisien daripada hari biasanya. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Bekerja dalam kondisi berpuasa menuntut Anda untuk mengelola energi otak secara lebih efisien daripada hari biasanya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bekerja dalam kondisi berpuasa menuntut Anda untuk mengelola energi otak secara lebih efisien daripada hari biasanya. Saat tubuh kekurangan asupan glukosa, otak cenderung beralih ke mode hemat energi yang sering kali membuat konsentrasi Anda mudah terpecah oleh gangguan kecil.

Anda wajib mengubah metode kerja konvensional menjadi strategi berbasis ritme sirkadian agar setiap tugas tetap selesai tepat waktu tanpa menguras mental secara berlebihan.

Berikut adalah trik menjaga ketajaman fokus kerja selama Anda menjalankan ibadah puasa:

Baca Juga: Jenis Buah Pencegah Dehidrasi Selama Puasa Ramadan

1. Terapkan Metode Deep Work di Pagi Hari

Anda wajib menyelesaikan tugas paling berat dan membutuhkan logika tinggi pada dua hingga empat jam pertama setelah memulai kerja. Pada waktu ini, cadangan glikogen dari makanan sahur masih tersedia cukup banyak di dalam aliran darah Anda untuk mendukung kerja kognitif tingkat tinggi.

Hindari membuka media sosial atau membalas pesan yang tidak mendesak pada jam-jam emas ini agar fokus Anda tidak terdistraksi oleh informasi yang tidak relevan.

2. Gunakan Teknik Pomodoro untuk Menjaga Ritme

Anda harus membagi waktu kerja ke dalam blok-blok kecil, misalnya 25 menit bekerja intens dan 5 menit istirahat sejenak untuk sekadar berdiri atau meregangkan otot. Teknik ini mencegah otak Anda mengalami kelelahan kronis akibat memaksakan fokus dalam durasi yang terlalu lama tanpa jeda.

Istirahat singkat secara berkala justru membantu menyegarkan kembali neurotransmiter di otak, sehingga Anda tetap mampu berpikir jernih hingga jam pulang kantor tiba.

3. Kelola Suhu Lingkungan Kerja Tetap Sejuk

Anda wajib memastikan area kerja Anda memiliki sirkulasi udara yang baik atau suhu ruangan yang cukup sejuk untuk menjaga kewaspadaan mental. Suhu yang terlalu hangat cenderung memicu kantuk dan membuat tubuh merasa lebih cepat lemas karena metabolisme bekerja lebih keras untuk mendinginkan suhu internal.

Ruangan yang sejuk membantu jantung bekerja lebih stabil dan menjaga pasokan oksigen ke otak tetap optimal selama Anda berpikir keras.